
Organisasi non-profit diatur dan diarahkan dengan baik
dan dengan sungguh-sungguh pada berbagai bidang. Sebagian dari keberhasilan
yang diperoleh dewan dan stafnya yaitu komitmennya terhadap suatu proses untuk
mengevaluasi permasalahan dan mengembangkan secara sistem sistematis untuk
berbuat yang lebih baik lagi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan
beberapa langkah berikut ini:
1.
Keakuratan diagnosis situasi organisasi saat ini
dengan mengenali wilayah/bidang garapan yang mempunyai peluang terhadap
perubahan yang positif.
2.
Pemisahan permasalahan menjadi kebutuhan yang
memerlukan perhatian segera dan dapat menangani permasalahan berikutnya.
3.
Membangunan konsesnsus dewan dan staf sehingga
permasalahan yang telah diketahui dapat ditangani dengan bijak, hati-hati, dan
penuh kesabaran.
4.
Membangun jadwal yang realistik, affordable
(dapat menghasilkan), secara tahunan untuk implementasi perubahan.
5.
Melanjutkan proses diagnosis, evaluasi dan
perbaikan diri (self-improvement) setiap tahun.
Perkiraan
Kekuatan, Kelemahan, Permasalahan dan Peluang
Diagnosis kekuatan, kelemahan, permasalahan dan peluang
suatu organisasi saat ini meliputi asesmen yang dilakukan pada berbagai wilayah
dan mengevaluasi organisasi dari berbagai sudut pandang. Proses tersebut
meliputi ajuan pertanyaan mengenai bagaimana sebaiknya mengukur organisasi pada
taraf yang ideal. Cecklist berikut ini akan merupakan titik awal yang baik bagi
penelahaan (assessment) proses keorganisasian.
Misi, Imej, dan
Dukungan Kasus (Mission, image, and Case for Support)
Misi.
Sebuah organisasi yang kuat salah satunya tujuannya
adalah relevansi kebutuhan masyarakat yang dilayani sekarang ini serta
keperluan (kebututuhan) dewan serta konstituen yang diketahuinya dengan baik.
Apakah pernyataan misinya mutakhir atau sudah ketinggalan
jaman (misalkan, bagaimana kesesuaiannya dengan kondisi aktual pada pelaksanaan
yang sedang dikerjaan oleh organisasi?) Bagaimana seharusnya pernyataan misi
diterjemahkan dalam kegiatan sehingga lebih menggambarkan tujuan dari
organisasi tersebut?
Apakah misi itu sendiri relevan dengan kebutuhan yang
sedang ditangani (misalkan, apakah masih terdapat alasan yang jelas antara misi
dengan keberadaan organisasi? Dapatkah misi tersebut dilaksanakan secara
konkrit sehingga tidak menimbulkan keraguan pelaksanaannya? Apakah sebaiknya
misi tersebut diperluas atau dirubah agar lebih relevan dengan kebutuhan masa
kini?)
Siapa yang dilayani (misal, siapa kliennya?) apakah
beragam sifatnya atau secara khusus difokuskan pada sebuah kelompok kecil?
Apakah sebaiknya sasarannya diperluas, apa langkah konkrit untuk memenuhi hal
tersebut?
Organisasi sebaiknya dikenal dan dihargai dengan dalam
masyarakatnya dan diantara para konstituennya.
Apakah nama organisasinya mengartikan ‘seseorang’ atau
‘sesuatu’ dalam masyarakatnya? Bagaimana kedekatan orang-orang dengan
kegiatan-kegiatan organisasi? Apakah diperlukan seseorang yang ‘berpengaruh’
yang sebaiknya mengetahui dan mengenal organisasi tersebut namun bagaimana kalau
tidak mengetahui? Bagaimana profil organisasi dapat ditingkatkan?
Apa reputasi yang dipunyai organisasi? Apakah dikenal
atau dihargai dengan baik? Apakah terdapat cerita masa lalu (yang kurang baik)
atau yang bertentangan dengan imej yang ditampilkan? Bagaimana mengatasinya?
Dukungan Kasus.
Organisasi sebaiknya menampilkan suatu sodoran kasus yang
mendukung baik bagi klien maupun bagi kontributornya.
Bagaimana meyakikan hubungan organisasi dengan para
pengguna jasanya dan pada penyokonmg dana? Apakah pelayanan, aktifitas, dan
program-program dari organisasi diperlihatkan dengan cara yang menarik
partisipasi sepenuhnya?
Bagaimana kejelasan dan kesederhanaan akan kebutuhan
keuangan yang dirancang organisasi dalam memperlancar penanganan kasus?
Apakah para kontributor memberikan beragam menu yang
cukup terhadap pemberian peluang/ kesempatan? Apakah para donor berusaha
memenuhi tujuannya sebagai pengakuan atau terdapat kebutuhan lainnya yang belum
terpenuhi dalam pananganan kasus?

Isu Sumberdaya
Manusia (Dewan, Staf, dan Relawan)
Manpower Issues
(Board, Staff, and Volunteers)
Dewan.
Anggota dewan sebaiknya aktif, memikirkan keseluruhan
urusan organisasi, bertanggung jawab terhadap pengumpulan dana, dan mengikuti
perkembangan para stafnya dalam melakukan kegiatan sehari-hari terhadap
organisasi.
Apakah para anggota dewan mengetahui apa yang
diharapkannya (dilakukannya)? Apakah organisasi percaya terhadap uraian kerja
(job description) atau manual dewan? Apakah dewan melakukan pertemuan secara
teratur? Apakah mereka memberikan atau mengumpulkan uang? Apakah mereka
memebuat/ memperkirakan anggaran yang sesuai? Apakah mereka turut serta dalam
memikirkan program dan perencanaan oragnisasi?
Apakah diatur (tertata) secara hukum dengan cara dimana
ada anggota dengan yang tidak aktif atau tidak efektif dapat diganti dengan
cepat serta tidak menyakitkan?Apakah ada anggota dewan khusus yang sebaiknya
diberi ruangan tertentu daripada anggota lainnya agar ia dapat lebih aktif
bekerja?
Apakah para pejabatnya melakukan peranan kepemimpinan
yang sesuai? Apakah terdapat struktur komite yang efektif?
Organisasi sebaiknya memiliki staf yang berkualitas dan
terlatih baik yang mampu melakukan tugas kegiatan yang cukup luas. Organisasi
seharunya memaksimalkan kekuatan kerta dan sebaiknya kebijakan personalia
didokumentasikan yang mencerminkan rasa kejujuran akan nilai-nilai moral yang
baik.
Apakah keterampilan dan kualifikasi para anggota staf
individu? Apakah mungkin organisasi memiliki orang-orang terbaik pada masing-masing
pekerjaan? Jika tidak, apakah ada permasalahan yang berkaitan dengan
kompensasi, pengurangan rekruitmen dan menyewa tenaga kerja, atau bentuk-bentuk
lainnya?
Apakah stafnya cukup? Apakah uraian kerjanya lengkap dan
mutakhir? Apakah Apakah rencana organisasi sudah tepat?
Apakah ada kebijakan personil? Apakah kebijakan tersebut
telah ditulis? Apaah terdapat prosedur yang teratur bagi evaluasi staf? Apakah
berjalan? Bagaimana tingkat moral stafnya? Bagaimana meningkatkannya?
Sukarelawan.
Dalam organisasi yang sangat membutuhkan sukarelawan,
setiap individu harus sungguh-sungguh /dapat dipercaya (be committed), berikan
tuga yang jelas, dan perhargaan atas pekerjaan yang dilakukannya.
Apakah relawan cukup banyak? Apakah ada keterampilan yang
tidak sesuai dengan bidang relawan miliki? Bagaimana memenuhi kebutuhan relawan
yang banyak sesuai dengan bidangnya?
Apakah tugas-tugas dan kegiatan relawan terorganisasi
dengan baik dan masih mencukupi? Apakah tugas tersebut dijelaskan secara
tertulis? Apakah terdapat sistem untuk mengulas dan follow-up untuk memastikan
tugas-tugas telah terpenuhi?
Apakah relawan sungguh-sungguh dalam bekerja? Apakah
mereka dapat dipercaya? Pernahkan mereka memikirkan dan membicarakan mengenai
pentingnya pekerjaan yang mereka lakukan? Apakah terdapat sistem penghargaan
terhadap mereka?
Keuangan
(Finances)
A.Manajemen
keuangan.
Keuangan organisasi seharusnya menunjukkan manajemen yang
bijak (hati-hati, cermat), penyesuaian dan memperbaiki kelalaian dan
pengendalian, serta sistem yang tepat untuk memprediksi jalur-jalur penghasilan
dan pembiayaan.
A.
Apakah catatan keuangan dicatat secara tepat
serta memberikan pernyataan (laporan) yang dihasilkan berkali-kali dan dengan
tepat? Apakah tokoh anggota dewan memberikan penilaian yang cermat dan ulasan
terhadap laporan keuangan? Apakah pengendaliannya memenuhi standar akuntasi
yang diterima secara luas? Apakah terdapat laporan lain diluar buku yang ada?
B.
Apakah balance sheet (laporan neraca) dan income
statement (laporan rugi laba) menunjukkan secara historis manajemen keuangan
yang hati-hati (cermat)? Apakah terdapat akumulasi penurunan dan jika demikian,
strategi apa yang dapat mengatasi permasalahan tersebut? Apakah terdapat cash
cadangan? Apakah ada sumbangan ?
C.
Apakah anggaran dipersiapkan dengan baik pada
tahun fiskal mendatang? Apakah anggaran telah direkonsiliasi cukup baik untuk
mengantisipasi permasalahan? Apakah dapat memproyeksi aliran cash yang
tersedia? Dapatkah memproyeksikan pendapatan dan pembiayaan serta menganalisa
laporan masing-masing kegiatan dan program? Apakah terdapat proyeksi anggaran
setiap tahunnya?
B. Pendapatan dan pengeluaran.
Terkecuali berada pada lingkaran yang tidak biasa,
organisasi sebaiknya memperoleh dan menambah uang yang cukup setiap tahunnya
untuk membiayai operasi kegiatan.
A.
Apakah terdapat keseimbangan yang tepat antara
pendapatan dan pengeleuaran yang dikontribusikan? Rasionya akan sangat
tergantung pada jenis organisasi. Apakah sumber pendapatan cukup terbatas?
Apakah organisasi sangat tergatung pada sumber donor tunggal atau beberapa
kontributor besar?
B.
Apakah layak biaya yang tersedia dengan
pelayanan atau produk yang diberikan? Apakah terdapat sistem yang dapat
menganalisis dan mengendalikan biaya?
C.
Apakah organisasi berjalan pada saat surplus
stau defisit setelah semua pendapatan (penyaluran dan penghasilan)
dipertimbangkan? Jika polanya berjalan defisit, dapatkah merubah polanya
tersebut?
D.
Apakah terdapat program pengumpulan dana yang
teratur baik?Apakah anggota dewan dan relawan lainnya sama-sama
bertanggungjawab? Apakah ada informasi para donor yang terkumpul, terbaru,
terorganisasi, dan strategi yang digunakan? Apakah para donor memperoleh ucapan
terima kasih atau imbalan penghargaan yang sesuai?
Aktifitas dan
Program (Activities and Programs)
A. Audit sumber
daya.
Program-program organisasi sebaiknya memenuhi kebutuhan
para konstituen dan masyarakat. Mereka seharusnya diadministrasi (dikelola)
dengan baik.
Program dan kegiatan organisasi seharusnya benar-benar
dibutuhkan atau diinginkan dan jika demikian siapa yang membutuhkan? Berapa
banyak orang (klien, masyarakat, beneficiary) yang menderita jika organisasi
menyimpang dari bisnisnya?
Program, pelayanan dan kegiatan apa yang diorganisasi
dengan baik? Bagaimana hal tersebut dapat memenuhi kebutuhan klien atau
masyarakat? Bagaimana hal tersebut dapat ditingkatkan
Program, pelayanan dan kegiatan apa yang kurang
diorganisasi dengan baik? Apakah sebaiknya dihentikan? Jika tidak, bagaimana
caranya agar hal tersebut menjadi lebih berhasil?
B. Posisi.
Organisasi sebaiknya menunjukkan keuntungan keunikannya
dengan memanfaatkan program dan pelayanan-pelayanan unggulan. Hal tersebut akan
dihargai dengan baik oleh para persaingan yang ada.
Dengan ‘apa’ keberadaan dan kegiatan dari organisasi
berkompetisi? Sebaik apa programnya dalam hubungan dengan kompetisi?
Bagaimana organisasi diperluas sasarannya terhadap
kelompok konstituen yang makin luas dan memperkuat loyalitas pengguna jasa yang
sedang berjalan?
Perencanaan. Dewan dan staf organisasi sebaiknya terlibat
dalam perencanaan jangka pendek dan jangka panjang setiap saat.
1.
Bagaimana menjelaskan tujuan, sasaran dan
strategi dengan baik selama dua tahun mendatang? Selama lima tahun mendatang?
Apakah perencanaan terartikulasi dengan baik yang memberi blueprint aksi?
2.
Bagaimana efektifitas proses perencanaan? Siapa
yang terlibat dan siapa yang tidak?
3.
Bagaimana keterlibatan dewan, staf, konstituen
(pihak-pihak yang berkepenntingan) dan masyarakat? Apakah terdapat aktifitas
baru yang perlu direncanakan dan duji sebelum benar-benar diterapkan?
4.
Apakah proses perencanaan melakukan realisasi
perhitungan keuangan? Apakah terdapat proyeksi pendapatan dan pembiayaan yang
konservatif? Bagaimana keberadaannya pada perencanaan yang meliputi anggaran
tahunan?
Evaluasi. Sistem evaluasi seharusnya mengukur penampilan
sasaran dan standar yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Dari waktu-ke waktu,
evaluasi sebaiknya menggunakan objektifitas dan profesional ahli dari luar.
1.
Bagaimana aktifitas organisasi secara umum dan
aktifitas secara khusus, kegiatan tertentunya dievaluasi? Apakah evaluasi
berdasarkan ada sasaran kuantitatif yang
telah ditetapkan?
2.
Seberapa sering evaluasi dilakukan dan oleh
siapa? Apakah memanfaatkan jasa ahli dari luar? Pada hal apa saran-sarannya
terutama ditujukan?
3.
Apakah perencanaan dan evaluasi berkaitan?
Bagaimana hasil evaluasi berjalan digunakan pada perencanaan jangka-panjang?
0 Komentar